Bos Bank Indonesia Prediksi Rupiah 2023 Kisaran Rp 14.400 – Rp 14.800

Bos Bank Indonesia Prediksi Rupiah 2023 Kisaran Rp 14.400 – Rp 14.800

Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah pada tahun depan akan berada pada rentang Rp14.400 hingga Rp14.800 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara pada tahun ini, BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan mencapai kisaran Rp14.300 hingga Rp14.700 per dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa perkiraan nilai tukar rupiah tersebut didukung oleh kondisi fundamental yang cukup baik, serta langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan oleh bank sentral.

“Secara keseluruhan, rata-rata nilai tukar rupiah pada tahun ini kisarannya Rp14.300 hingga Rp14.700 dan tahun depan kisarannya Rp14.400 hingga Rp14.800 per dolar AS,” kata Perry, Selasa 31 Mei 2022.

Adapun, perkiraan rupiah tersebut sejalan dengan kondisi global yang masih menghadapi ketidakpastian yang tinggi.

Perry bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan mengalami perlambatan dikarenakan ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina yang masih berlanjut, implementasi kebijakan zero Covid-19 di China, serta kenaikan   secara global untuk mengatasi lonjakan inflasi.

Ekonomi Dunia Hadapi Banyak Ancaman

Perekonomian dunia pun menghadapi ancaman lonjakan inflasi dikarenakan lonjakan harga komoditas global akibat disrupsi rantai pasok, yang kemudian diperparah oleh perang Rusia dan Ukraina.

Perry memperkirakan, inflasi domestik pada tahun ini akan melebihi target 4 persen. Selanjutnya, laju inflasi pada 2023 diperkirakan akan melandai dan kembali pada kisaran 2 hingga 4 persen.

Sejalan dengan itu, perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,7 hingga 5,5 persen pada tahun depan.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau melemah pada pembukaan perdagangan hari ini. Mayoritas mata uang Asia juga terpantau melemah di hadapan dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah dibuka melemah 13,0 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.569,50 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,315 poin atau 0,31 persen ke posisi 101,655. Selain rupiah, beberapa mata uang lain di kawasan Asia juga melemah di hadapan dolar AS, di antaranya adalah yen Jepang yang turun 0,44 persen, won Korea Selatan turun 0,14 persen, dan yuan China melemah 0,14 persen terhadap dolar AS.